CV KEDAI DIGITAL
Di susun
oleh :
AGUS YUDIATMOKO 4125111064
DWI PURNOMO 4125111065
EDY
MUCHSIN S 4125111066
ACHMAD ABDUL HAQ 4125111067
BANGKIT WAHYU AJI 4125111068
TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Beberapa tahun ini konsep
bisnis waralaba atau franchise telah menjadi salah satu trend yang
memberi warna baru dalam dinamika perekonomian Indonesia. Pewaralabaan atau franchesing
adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan
dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas
usaha yang dimiliki oleh pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan
persyaratan yang ditetapkan dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang
atau jasa. Secara sederhana, waralaba adalah penjualan paket usaha yang
komprehensif dan siap pakai yang mencakup merek dagang, material, dan
pengelolaan manajemen. Sehingga kami memilih “KEDAI DIGITAL” sebagai perusahaan
yang kami survey struktur organisasinya.
Tujuan
Penyusunan malakah ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui profil “Kedai Digital”.
2. Mengetahui Struktur organisasi “Kedia Digital”.
3. Mengetahui teori organisasi yang digunakan “kedai
Digital”.
Hipotesisi
1. Bagaimana sejarah berdirinya “Kedai Digital”?
2. Teori apakah yang dipakai struktur organisasi “Kedai
Digital”?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah
“Kedai Digital”
TERINSPIRASI
TAWURAN
Sejak masuk kampus UGM
pada 1998, Saptu telah mendambakan memiliki usaha sendiri. Sembari kuliah,
beberapa usaha dijalaninya. Mulai dari menjaga tas di koperasi mahasiswa,
penjual ayam kampung, penjual stiker hingga sales dari agen kartu
seluler dan rokok. Perubahan besar terjadi pada 2004, ketika Saptu bekerja
sebagai event organizer disebuah perusahaan di Yogyakarta. Ia
terheran-heran melihat salah insiden dalam konser Dewa di mana para penggemar
ribut sampai memicu tawuran hanya karena berebut merchandise sang
artis.
Dalam benak
Saptu, merchandise berlogo atau bergambar selebriti
seperti t-shirt, pin, topi dan lain sebagainya itu, sebetulnya dapat
dibuat dan diperbanyak sendiri. “Jadi, tak perlu tawuran segala.
Dari situ saya pikir, merchandise juga sebenarnya bisa
dipersonalisasi untuk setiap orang, dan bisa jadi hadiah,” ungkapnya.
Bermula dari rasa heran
itu, pada 2005 mantan marketing Swaragama FM itu mengambil langkah berani.
Ia mendirikan Kedai Digital – perusahaan yang memproduksi barang-barang
cinderamata (seperti mug, t-shirt, pin, gantungan kunci, mouse
pad, foto dan poster keramik, serta banner) dengan hiasan hasil
print digital. Untuk modal awal, ia rela menjual motor dan meminta
orangtua menggadaikan rumah keluarga, akhirnya terkumpul modal sebanyak Rp 28
juta.
Butuh waktu enam bulan
baginya untuk memulai kegiatan Kedai Digital. Prioritas awal, ia mesti mencari
mesin digital printing. Beruntung, mesin itu ditemukannya di Bandung. Ia
juga mencari tahu sumber-sumber bahan baku. Kemudian, ia mempersiapkan tempat
usaha, menyusun konsep produk, dan merekrut para staf. Semuanya dilakukan
sendiri. Mulailah dia memproduksi beberapa merchandise. Pada
mulanya masih terbatas pada kaos dan pin. Ketika mulai stabil, Saptu
memberanikan diri merekrut desainer dari kampus-kampus seni, yang tersedia
cukup banyak di Yogyakarta. Untuk tenaga marketing, ia meminta
bantuan para mahasiswa dari perguruan tinggi lain, yang juga tersebar di kota
itu. Pada awalnya, target pasar Kedai Digital adalah para mahasiswa.
Pada tahun pertama,
Kedai Digital telah berhasil meraih penjualan sebesar Rp 400 juta. Tahun
berikutnya, perolehan bisnis melesat menjadi Rp 900 juta. Seiring dengan
pertambahan outlet, revenue pada 2007 menembus angka Rp 1,5 miliar.
Bermula dari sebuah kios kecil di daerah Gejayan, Yogyakarta, kini Kedai
Digital memiliki outlet di 21 kota di tanah air. Di antaranya di Jogyakarta,
Solo, Semarang, , Magelang, Kudus, Klaten, Purwokerto, Sukoharjo, Wonol Madiun,
Malang, Surabaya, Jember, Balikpapan, Sukabumi, Denpasar, Medan, Padang, Batam,
Pekanbaru, dan Banda Aceh.
B. Struktur
Organisasi

Struktur organisasi tiap departemen
1.
Kedai digital

2.
Bagian Konveksi

3.
Bagian Suplier

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
¨ Departementalisasi adalah dasar yang dipakai untuk
mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama dalam kedai digital. Departementalisasi
dapat berupa proses, produk, geografi,
dan pelanggan.
¨ Spesialisasi pekerjaan. Sejauh mana tugas-tugas dalam
organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri.
¨ Kedai Digital menggunakan teori organisasi moderen,
karena dapat kita lihat dari struktur organisasinya penggunaan staf lebih
intensif dan terdiri dari beberapa departemen yang memeiliki manajer
departemen, sehingga dalam pengambilan keputusan departemen dapat diambil oleh
manajer departemen.
¨
Casino Tycoon - Mapyro
BalasHapusFind your nearest Casino Tycoon location with Mapyro's selection 안양 출장마사지 of slot machines and table games, including Blackjack, Roulette and Craps. 제천 출장마사지 Realtime 인천광역 출장마사지 driving 오산 출장샵 directions 제주 출장마사지 to