BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam hidup manusia akan memperoleh kebahagiaan jika di dasarkan pada
keselarasan dan keseimbangan hidup pribadi, dalam hubungan dengan masyarakat,
bangsa, alam maupun dengan Tuhannya. Dengan demikian kekuatan manusia itu tidak
hanya terletak pada fisiknya semata, juga kemampuan untuk bekerjasama dengan
sesama manusia lainnya.
Nabi SAW pernah berkata : "Jika ada tiga orang diantara kamu wajib
ditunjuk satu orang sebagai pemimpin". Hadist diatas menerangkan bahwa
betapa pentingnya mengorganisir banyak orang yang lebih dari dua, yang tentunya
pula dalam satu pandangan dan tujuan untuk berbagi peran dan penghasilan.
Misalnya pekerjaan itu adalah membuat bangunan maka tidak semua orang sama-sama
menggergaji kayu, atau sama-sama mengaduk semen, namun harus ada yang bertugas
sebagai arsitek, tukang, kuli dan lain-lain.
B. Permasalahan
Dari latar
belakang diatas timbul permasalahan yang harus dijawab:
- Apa Pengertian dari organisasi dan Pengorganisasian?
- Bagaimana bunyi azaz-azaz organisasi?
- Apa saja bentuk-bentuk dari organisasi?
- Bagaimana perubahan dan perkembangan dari organisasi?
- Apa komitmen sebuah organisasi
C. Tujuan
Untuk menjelaskan
pengertian dan segala sesuatu yang berkaitan dengan manajemen organisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengorganisasian
dan Organisasi
Organisasi
adalah Organisasi (organization) dan pengorganisasion (organizing) memiliki
hubungan yang erat dengan manajemen. Organisasi merupakan alat dan wadah atau
tempat manejer melakukan kegiatan-kegiatannya untuk mencapai tujuan yang
diinginkan. Sedangkan Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi organik dari
manajemen dan ditempatkan sebagai fungsi kedua setelah perencanaan (planning).
Dengan
demikian, antara organisasi dan pengorganisasian memiliki pengertian yang
berbeda.
James L. Gibson
c.s., sebagaimana yang dikutip oleh Winardi, berpendapat
bahwa:“…organisasi-organisasi merupakan entitas-entitas yang memungkinkan
masyarakat mencapai hasil-hasil tertentu, yang tidak mungkin dilaksanakan oleh
individu-individu yang bertidak secara sendiri”
B. Azas – azas Organisasi
v Pembagian kerja
v Asas wewenang dan tanggungjawab
v Disiplin
v Kesatuan perintah
v Kesatuan arah
v Asas kepentingan umum
v Pemberian janji yang wajar
v Pemusatan wewenang
v Rantai berkala
v Asas keteraturan
v Asas keadilan
v Kestabilan masa jabatan
v Inisiatif
v Asas kesatuan
C. Bentuk – Bentuk Organisasi
Ada beberapa bentuk berbeda dari
struktur organisasi dalam sebuah tim. Tim yang sudah
terorganisir dan tersturktur dengan baik sangatlah penting, karena akan
mengarahkan tim tersebut menjadi sebuah tim yang ahli dan cakap dalam bekerja. Pengambilan
keputusan dalam sebuah tim bergantung pada bagaimana cara tim tersebut akan bekerja
bersama. Macam-macam bentuk organisasi tersebut adalah:
- Macam – macam organisasi
a) Democratic
Decentralized (DD)
Tidak memiliki
pemimpin yang permanen. Koordinator dipilih untuk menangani
suatu tugas yang harus diselesaikan. Koordinator pun bisa berubah/diganti bila
ada perubahan dalam pekerjaan (task). Keputusan yang dibuat harus berdasarkan
konsensus kelompok, bukan hanya wewenang satu orang saja.
Komunikasi sangatlah penting karena
setiap individu harus benar-benar paham akan segala sesuatu yang harus
ditangani / dikerjakan. Sifat
komunikasi antar anggota di sini adalah komunikasi horizontal, karena tidak ada
istilah pimpinan dan bawahan dalam bentuk organisasi ini.
b) Controlled
Decentralized (CD)
Memiliki satu
pemimpin utama yang menangani dan mengkoordinir tugas-tugas utama. Terdapat
pemimpin-pemimpin sekunder yang dipilih pemimpin utama untuk mengkoordinir dan
menangani sub-sub tugas yang dibagi berdasarkan kebijakan pemimpin utama.
Pemimpin sekunder ini menjadi koordinator dalam sub-sub group yang dibentuk
berdasarkan pembagian tugas.
Pengambilan keputusan dilakukan
secara bersama-sama antar anggota dalam masing-masing sub group. Sedangkan
pengambilan keputusan antar group diputuskan oleh pemimpin utama. Komunikasi
juga tetap diperlukan dalam satu sub group. Komunikasi dilakukan secara
horizontal antar anggota dalam satu sub group. Tetapi terjadi komunikasi vertikal antara sub-sub kelompok dengan pemimpin
utama tim.
c) Controlled Centralized (CC)
Hanya ada
pimpinan utama tim di sini, semua tugas dikoordinir dan ditangani langsung oleh
pimpinan utama. Semua pengambilan keputusan terhadap suatu masalah berada di
tangan pimpinan utama.
Pimpinan utama
ini pula yang menentukan anggota kelompok mana yang harus bekerja dan tidak
bekerja. Semua komunikasi tim harus melalui pimpinan utama. Karena itu sifat
komunikasi dalam bentuk organisasi ini hanya bersifat vertikal.
- Teori – teori Organisasi
a) James D. Money
Oragnisasi
adalah sebagai bentuk perserikatan orang – orang untuk mencapai suatu tujuan
bersama.
b) Jhon D. Millet
Organisasi
adalah sebagai kerangka struktur dimana pekerjaan dari beberapa orang
diselengarakan untuk mewujudkan suatu tujuan bersama.
c) Chester L Bernard
Organisasi
adalah suatu sistem tentang aktifitas kerjasama dua orang atau lebih dari
sesuatu yang tidak berwujud dan tidak padang bulu, yang sebagian besar bagian
silaturahmi.
D. Perkembangan Dan Perubahan
Organisasi
- Perkembangan Organisasi
Sebagaimana
yang telah disinggung sebelumnya bahwa manusia adalah makhluk sosial. Hal ini
turut mendorong manusia membentuk organisasi untuk mewujudkan cita-citanya.
Karena itu, organisasi muncul ketika manusia itu berkumpul dua orang atau
lebih.
Bahkan, sebelum manusia terlahir ke
muka bumi ini, benih-benih organisasi juga telah tersirat sejak awal proses
penciptaan manusia di alam rahim. Seperti yang
dijelaskan oleh ilmu kedokteran, sel sperma seorang laki-laki dikatakan normal
apabila berjumlah minimal 20 juta sel sperma. Padahal, hanya satu sel yang
dibutuhkan untuk melakukan pembuahan dengan sel telur milik sang istri.
Peristiwa ini mengisyaratkan bahwa manusia memang ditakdirkan untuk
berorganisasi dalam mencapai tujuan.
Demikian pula
kisah nabi Adam as sebagai manusia pertama yang diungkap dalam al-Qur’an, ia
juga membentuk kelurga bersama istrinya Hawa. Ketika mereka memiliki anak, maka
anak-anak tersebut mereka dididik dan diorganisir sedemikian rupa dengan
pekerjaan yang berbeda sesuai dengan bakat dan minat mereka. Seperti Qabil
bekerja sebagai petani, sedangkan Habil sebagai peternak. Hal ini terungkap
dalam firman Allah SWT:
Ceritakanlah
kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang
sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah
seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).
ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. berkata Habil: “Sesungguhnya Allah
hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. (Qs. al-Maidah/5: 27)
Sepanjang
sejarah perkembangan manusia, juga ditemukan bukti-bukti bahwa organisasi itu
telah muncul di tengah-tengah masyarakat. Kehidupan orang-orang Yunani,
kerajaan-kerajaan yang telah dibangun pada masa Romawi juga menunjukkan bahwa
mereka telah membentuk dan membangun organisasi yang baik.
Dengan
demikian, manusia dan organisasi serta aktivitasnya telah berlangsung lama
sejak ribuan tahun silam, tapi yang dibutuhkan dan perlu untuk diketahui adalah
akar perkembangan organisasi pada abad ke-18 dan ke-19.
- Perubahan Pada Kondisi yang diinginkan
* Adam Smith,
1776; Adam Smith telah memberikan kontribusi yang sangat penting dengan doktrin
ekonominya, yaitu spesialisasi bidang kerja atau pembagian tugas dengan
berbagai argumentasi yang sangat dalam. Adam Smith memberikan contoh pembagian
tugas dengan spesialisasi bidang kerja tertentu dalam pabrik pembuatan peniti.
Ada sepuluh orang pekerja dalam pabrik tersebut, setiap orang mempunyai tugas
tertentu dengan mengerjakan suatu bagian kerja tertentu. Sepuluh
orang pekerja tersebut dapat membuat 48.000 buah peniti tiap harinya.
Selanjutnya, jika setiap pekerja mengambil kawat sendiri-sendiri kemudian
meluruskannya, membuatkan ujung batangnya, hasilnya setiap pekerja mampu
membuat satu peniti dalam satu hari. Kalau ada
sepuluh pekerja maka dapat membuat sepuluh peniti setiap hari. Dan spesialisasi
bidang pekerjaan tertentu pada masa sekarang ini sudah barang tentu termotivasi
oleh keuntungan yang berlipat ganda dari doktrin Adam Smith pada 2 abad silam.
* Charles
Babbage, 1832; Charles Babbage adalah seorang profesor matematika dari Inggris
yang telah mengembangkan sistem pembagian tugas yang telah diartikulasikan
pertama kali oleh Adam Smith. Babbage menambahkan beberapa keuntungan dengan
sistem pembagian tugas, yang telah dikemukakan oleh Adam Smith. Selain
keterampilan, menghemat waktu yang terkadang sering disia-siakan terbuang
ketika penggantian tugas satu ke tugas yang lain.
Keuntungan
tersebut yaitu:
v Mempersingkat waktu yang diperlukan untuk belajar suatu pekerjaan
v Menghemat pemborosan material yang diperlukan dalam pelajaran pada tiap
tingkatan.
v Memungkinkan untuk menghasilkan tingkat keteram¬pilan yang tinggi.
v Memungkinkan kemampuan untuk membandingkan keterampilan seseorang dan bakat
fisik dengan tugas-tugas tertentu.
* Robert Owen,
1825; Robert Owen adalah orang periling dan berjasa dalam sejarah perilaku
organisasi karena ia adalah seorang industrialis pertama yang mengingatkan
bagaimana sistem pabrik yang sedang tumbuh dan berkembang telah merendahkan
para pekerja. Ia menolak praktik-praktik kekerasan yang ia lihat di
pabrik-pabrik, seperti anak yang bekerja di bawah umur 10 tahun, 13 jam kerja
tiap hari dengan kondisi kerja yang menyedihkan. Owen menjadi seorang reformer,
ia mencek para pemilik pabrik yang memperlakukan peralatan lebih baik
dibandingkan dengan para karyawannya, ia mengkritik mereka yang membeli mesin
dengan harga mahal sementara membayar para pekerja yang menjalankan mesin
tersebut dengan harga sangat murah. Owen mengatakan bahwa mempergunakan uang
untuk meningkatkan para pekerja merupakan salah satu investasi terbaik yang
menjadi pilihan para eksekutif bisnis, ia mengklaim bahwa memperlihatkan
concern kepada para karyawan akan sangat menguntungkan untuk manajemen dan
membebaskan kesengsaraan manusia. Untuk ukuran zaman Owen ia tentu sangat
idealis tapi seratus tahun setelah tahun 1825 ditetapkan jam kerja untuk semua,
undang-undang perburuhan anak, pendidikan untuk umum, perusahaan memberikan
makan pada waktu kerja.
- Mengenal Perubahan
Di dalam
lingkungan makro, seperti Anda kenali, terjadi berbagai perubahan yang bersifat
alami, seperti siklus hidup atau life-cycle. Di dalam contoh kita, perusahaan
di kota kecil tadi mengalami perubahan siklus yang tidak disadari oleh pemilik
dan seluruh stafnya. Mereka sudah berada di tahap puncak pertumbuhannya.
Perubahan-perubahan alami serupa ini terjadi pada hidup pribadi Anda, seorang
pemimpin, pengikut, atau orang-orang lain yang terkait dengan organisasi atau
komunitas kita. Perubahan serupa ini terjadi pula dengan sebuah kota,
teknologi, pola pikir, suatu masyarakat, bahkan agama sekalipun. Misalnya,
pemahaman tentang dunia yang dianggap sebagai suatu piring datar dan memiliki
tepi, kini sudah usang. Demikian pula pandangan tentang bumi sebagai pusat tata
surya. Lebih abstrak lagi, paham yang membedakan manusia sebagai kafir atau
beriman, kini semakin banyak ditinggalkan orang dan digantikan dengan paham
baru bahwa semua manusia saling terkait dan unik dalam paradigma masing-masing.
Apa yang harus
seorang pemimpin lakukan terhadap perubahan alamiah itu? Terhadap perubahan
yang mengikuti siklus hidup tadi, seorang pemimpin perlu senantiasa meneliti
dan mempelajari pada tahap mana dari siklus itu ia dan pengikutnya berada. Akan
sangat fatal bila ia mengira bahwa organisasinya masih berada pada tahap
pertumbuhan yang membutuhkan banyak dana, padahal mereka sudah berada pada
tahap uzur dimana dana justru harus dihemat. Disamping itu, ia perlu meneliti
kalau-kalau cara memimpinnya tidak lagi cocok untuk suatu tahap baru dari
kehidupan organisasinya.
- Keefektifan Pengembagan Organisasi
v Menciptakan keharmonisan hubungan kejra antara pimpinan dengan staf anggota
organisasi
v Menciptakan kemampuan memecahkan persoalan organisasi secara lebih terbuka
v Menciptakan keterbukaan dalam berkomunikasi
v Merupakan semangat kerja para anggota organisasi dan kemampuan
mengendalikan diri
E. Komitmen Organisasi
1. Pengertian Komitment Organisasi
Komitment
organisasi adalah sebagai suatu keadaan dimana seseorang karyawan memihak
organisasi tertentu serta tujuan tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan
keanggotaan dalam organisasi tersebut. Menurut Stephen P. Robbins didefinisikan
bahwa keterlibatan pekerjaaan yang tinggi berarti memihak pada pekerjaan
tertentu seseorang individu, sementara komitmen organisasional yang tinggi
berarti memihak organisasi yang merekrut individu tersebut. Dalam organisasi
sekolah guru merupakan tenaga profesional yang berhadapan langsung dengan
siswa, maka guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik mampu menjalankan
kebijakan-kebijakan dengan tujuan-tujuan tertentu dan mempunyai komimen yang
kuat terhadap sekolah tempat dia bekerja.
2. Bentuk – bentuk Komitmen Organisasi
a) Komitmen efektif (effective comitment): Keterikatan emosional karyawan, dan
keterlibatan dalam organisasi,
b) Komitmen berkelanjutan (continuence commitment): Komitmen berdasarkan
kerugian yang berhubungan dengan keluarnya karyawan dari organisasi. Hal ini
mungkin karena kehilangan senioritas atas promosi atau benefit,
c) Komitmen normatif (normative commiment): Perasaan wajib untuk tetap berada
dalam organisasi karena memang harus begitu; tindakan tersebut merupakan hal
benar yang harus dilakukan.
3. Proses Pembentukan Komitmen Organisasi
Komitmen
organisasi merupakan salah satu faktor penting bagi kelanggengan suatu
organisasi. Tanpa adanya komitmen organisasi yang kuat dalam diri individu,
tidak akan mungkin suatu organisasi dapat berjalan dengan maksimal. Banyak
sekali penelitian-penelitian yang mengupas dan memahami permasalahan komitmen
ornagisasi. Penelitian yang dilakukan oleh Dunham, Grube dan Castaneda (1994)
mengatakan bahwa adanya komitmen organisasi yang tinggi pada setiap diri
individu sangat berhubungan erat denagn rasa memiliki individu terhadap
organisasi.
Miner (1988)
menjelaskan bahwa ada tiga tahap proses pembentukan komitmen terhadap
organisasi. Tahap-tahap tersebut merupakan serangkaian waktu yang digunakan
oleh individu untuk mencapai puncak karir. Tahap-tahap ini adalah:
a) Komitmen awal. Ini terjadi karena adanya interaksi antara karakteristik
personal dan karakteristik pekerjaan. Interaksi tersebut akan membentuk harapan
karyawan tentang pekerjaannya. Harapan tentang pekerjaan inilah yang akan
mempengaruhi sikap karyawan terhadap tingkat komitmen terhadap organisasi.
b) Komitmen selama bekerja. Proses ini dimulai setelah individu bekerja.
Selama bekerja karyawan mempertimbangkan mengenai pekerjaan, pengawasan, gaji,
kekompakan kerja, serta keadaan organisasi dan ini akan menimbulkan perasaan
tanggung jawab pada diri karyawan tersebut.
c) Komitmen selama perjalanan karir. Proses terbentuknya komitmen pada tahap
masa pengabdian terjadi selama karyawan meniti karir didalam organisasi. Dalam
kurun waktu yang lama tersebut, karyawan telah banyak melakukan berbagai
tindakan, seperti investasi, keterlibatan sosial, mobilitas sosial, mobilitas
pekerjaan dan pengorbanan-pengorbanan lainnya.
4. Aspek-Aspek Komitmen Organisasi
Komitmen
berorganisasi ditandai oleh suatu keinginan untuk memelihara anggotanya,
terlibat dalam bekerja dan menyesuaikan nilai-nilai pribadi dengan
tujuan-tujuan serta kebijaksanaan organisasi.
a) Perasaan manunggal dengan tujuan organisasi (identifikasi), yang meliputi
minat dan tujuan yang sama dengan anggota organisasi lain.
b) Perasaan terlibat dalam organisasi, dimana perasaan terlibat pada
organisasi merupakan perasaan ikut memiliki dari karyawan terhadap organisasi.
c) Perasaan setia atau loyal pada perusahaan, merupakan kesetiaan individu
dengan memberikan dukungan serta mempertahankan kebijaksanaan organisasi.
5. Faktor – faktor yang mempegaruhi komitmen organisasi
Komitmen
organisasi sangat terkait dengan faktor individu dan juga faktor organisasi
(Schultz dan Ellen, 1994). Individu yang telah berada dalam suatu organisasi
lebih dari dua tahun, dan individu yang memiliki keinginan untuk berkembang,
memiliki komitmen organisasi yang tinggi disbanding dengan individu yang baru masuk
didalam suatu organisasi (Schultz dan Ellen, 1994). Penelitian yang dilakukan
oleh O’ Driscoll (dalam Schultz dan Ellen, 1994) pada 119 karyawan didaerah New
Guenia, menunjukkan bahwa perkembangan komitmen organisasi akan terlihat
setelah enam bulan individu bergabung didalam suatu organisasi, dan selanjutnya
penelitian tersebut menemukan hubungan yang positif antara komitmen organisasi
dengan kepuasan kerja.atau dapat dikelompokan menjadi 4 bagian.
a) karakteristik individu (usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, status
perkawinan)
b) karakteristik yang berhubungan dengan pekerjaan
c) karakteristik
struktural (formalitas, desentralisasi
d) pengalaman dalam kerja
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
uraian di atas disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
komitmen organisasi diantaranya adalah kejujuran dalam pekerjaan, perhatian,
kepedulian dan kepercayaan terhadap karyawan, perbedaan karakteristik individu
(usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan, karakteristik yang
berhubungan dengan pekerjaan, karakteristik struktural (formalitas,
desentralisasi), pengalaman dalam kerja, kepercayaan dan penerimaan yang penuh
atas nilai-nilai dan tujuan organisasi, keinginan bekerja keras demi
kepentingan organisasi, dan keinginan untuk mempertahankan diri agar tetap
menjadi anggota organisasi.
Berdasarkan
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek komitmen organisasi meliputi
kemauan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi yang ditandai
dengan kesetiaan pada organisasi atau perusahaan, kemampuan yang kuat berusaha
semaksimal mungkin demi kemajuan dengan ikut mendukung kegiatan-kegiatan yang
sesuai dengan sasaran organisasi serta adanya penerimaan nilai, tujuan dan
sasaran organisasi. Aspek-aspek yang akan dijadikan alat ukur adalah perasaan
manunggal dengan organisasi, perasaan terlibat pada organisasi, dan perasaan
setia dan loyal pada perusahaan.
B. Saran
Seorang
pemimpin harus mengetahui semua hal yang menyangkut tentang organisasi baik
secara individu mau kelompok.
DAFTAR PUSTAKA
Dharma Agus.Organisasi,
Perilaku, Struktur dan proses (Terjemahan). Jakarta:Erlangga. .1992
Miftah Thoha. Perilaku
Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta. CV. Rajawali, 1983
Sondang P.Siagian.Organisasi
Kepemimpinan dan perilaku Administrasi, Jakarta:Gunung Agung, 1992
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas kehendak-Nyalah
makalah ini dapat terselesaikan. Dalam penyelesaian makalah ini yang berjudul ” Manajemen Organisasi”
Penulis
banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu
pengetahuan. Namun, berkat bimbingan dari berbagai pihak dan juga Dosen
pembimbing akhirnya makalah ini dapat diselesaikan, walaupun masih banyak
kekurangannya.
Semoga dengan
makalah ini kita dapat menambah ilmu pengetahuan serta wawasan tentang
informasi. Dan tak lupa banyak terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah
memberikan masukan dalam penyusunan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat
bagi pembaca dan penulis. Serta mendapat Ridho dari Allah SWT. Amin ya robbal
alamin
Pamekasan, 01 Mei 2012
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
B. Permasalahan ......................................................................................................... 2
C. Tujuan...................................................................................................................... 1
Bab II PEMBAHASAN.............................................................................................. 2
- Pengertian pengorganisasian dan organisasi..................................................... 2
- Azaz-azaz organisasi......................................................................................... 2
- Bentuk-bentuk organisasi................................................................................. 3
- Perkembangan dan perubahan organisasi......................................................... 4
- Komitmen organisasi........................................................................................ 7
BAB III PENUTUP..................................................................................................... 10
A. Kesimpulan.............................................................................................................. 10
B. Saran........................................................................................................................ 10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar