Cari Blog Ini

Senin, 12 Mei 2014

Makalah Marketing Dan Ide Bisnis




TUGAS KEWIRAUSAHAAN
MAKALAH MARKETING DAN IDE BISNIS








DI SUSUN OLEH :
RONI WIJAYA                                              4125111011
CHANDRA BUDIYANTO                            4125111020
EDY MUCHSIN SAPUTRO                           4125111066
SUSWANTO                                                     4125111056

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARATA
2014 




KATA PENGANTAR

            Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu banyak nikmat yang telah didapatkan dari Allah SWT. Selain itu, penulis juga merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik iman maupun islam.
            Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang merupakan tugas mata kuliah Kewirausahhan. Penulis sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan Sigit Lestanto. dan semua pihak yang turut membantu proses penyusunan makalah ini.
            Penulis menyadari dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan baik dari isinya maupun struktur penulisannya, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran positif untuk perbaikan dikemudian hari.
            Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri. Amin.





BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.

Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.

Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi Marketing
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.

Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.

Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands).



B.    Prinsip Marketing
Prinsip-prinsip marketing sebagai berikut :   
1.      Cintai Customer dan hormati  competitor Kita bisa meniru yang baik dari competitor
2.      sensitive terhadap perubahan + siap mengubah diri glibalisasi dan teknologi membuat             costumer semakin pintar. Jika kita tidak berubah maka kita akan di ubah (kalah)
3.      membangun dan menjaga nama baik dimarketing ada istilahya ‘BRAND NAME IS EVERYTHING”  sering kali brand menjadi pertimbangan dalam memilih produk/jasa.
4.      Customer itu berbeda Perlakukan sesuai dengan kebutuhan
5.      Selalu memberikan produk yang terbaik Dengan harga pantas , jangan pernah menjual produk jelek dengan harga yang tingi
6.      Selalu ada kabar gembira marketing adalah good news  
7.      Dapatkan pelanggan , pelihara hubungan dan berkembang bersama Pastikan customer selalu puas dari pelayanan yang kita berikan KEEP THE CUSTOMERS
8.      Apa pelayan kita Customer satisfaction
9.      Apa pelayanan kita Kita sudah janji , maka tepati , kita harus bertanggung jawab dalam janji
10.  Gunakan informasi yang relavan Dunia terus berubah , kita harus berubah dan terus belajar dan kita mendapatkan informasi yang relavan agar kondisi saat ini , sehingga keputusan yang di ambil bisa lebih cepat.



C.    Marketing Plan
Tujuan rencana pemasaran adalah untuk merencanakan kerja anda dan melaksanakannya. Nasihat filosofi bisnis ini akan membantu anda untuk berhasil di berbagai aktivitas – termasuk pemasaran.

Rencana pemasaran adalah strategi bisnis untuk menjual dan memasarkan produk dan/atau jasa. Dalam level mikro, rencana pemasaran akan mengubah produk menjadi sesuatu yang akan mengisi celah pasar dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Rencana ini juga akan merincikan harapan penjualan, saham pasar, dan sebagainya. Rencana ini sangat rinci dan spesifik. Hal-hal yang termasuk di dalamnya adalah waktu penjualan, aktivitas-aktivitas pengiklanan, pemberian harga, dan upaya-upaya pendistribusian. Selain itu, rencana pemasaran juga menyatakan secara tepat apa yang dapat dilakukan bisnis dalam peluncuran produk baru dan mendukung produk-produk sebelumnya. Bagaimana rencara akan dilaksanakan dan apa hasilnya juga tertulis dalam rencana pamasaran. Rencana ini adalah dokumen rahasia yang biasanya terjilid. jadi Apa sajakah yang termasuk dalam rencana pemasaran.
1)      Executive summary/ringkasan pelaksanaan. Bagian ini menekankan tujuan-tujuan utama dan rekomendasi-rekomendasi rencana pemasaran. Lalu, rencana ini juga harus menjelaskan tentang dana yang diperlukan dan bagaimana kesuksesan bisnis akan diukur.
2)      Analisa tentang keadaan terkini. Bagian ini mengandung kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan persaingan bisnis.
3)      Penaksiran terfokus pada kesempatan bisnis. Yang termasuk di dalamnya adalah macam-macam golongan bisnis. Di sini, harus dicantumkan juga, apa yang dibutuhkan oleh pelanggan dan tantangan-tantangan bisnis yang perlu dihadapi.
4)      Tujuan keuangan dan pemasaran. Yang tercantum di bagian tujuan keuangan adalah pengharapan kenaikan keuntungan anda. Juga, cantumkan pengharapan laba pada akhir masa perencanaan. Yang termasuk di dalam tujuan pemasaran adalah jumlah unit penjualan atau saham pasar yang akan anda dapatkan.
5)      Ringkasan strategi pemasaran. Bagian ini mengandung target pasar anda. Jelaskan bagaimana produk anda akan diposisikan, didistribusikan, dan diberi harga. Juga jelaskan bagaimana anda bisa mencapai tujuan marketing anda. Misalnya, dengan mengorganisasi bagian penjualan, menggunakan potongan harga, mengadakan iklan kampanye nasional, dan sebagainya. (Baca artikel  80 Small Business Marketing Tactics di website kami)
6)      Anggaran pemasaran bulanan. Yang termasuk di sini, bagaimana anda membiayai rencana pemasaran anda tiap bulan. Beraga harga pemasaran? Berapa pemasukan yang dihasilkan dari rencana pemasaran? Atau berapa banyak barang yang bisa anda jual?
Menjalankan rencana pemasaran dimulai dari menentukan siapa pelanggan anda. Setelah mengetahui kepada siapa anda akan menjual barang anda, 4 macam alat pemasaran bisa digunakan untuk mencapai tujuan. 4 alat itu adalah Product, Place, Price and Promotion, atau Produk, Tempat, Harga, dan Promosi.

“Produk” adalah apa yang perusahaan tawarkan kepada pelanggan. Ini adalah fokus dari pemasaran. Jelaskan secara rinci tentang apa yang perusahaan sediakan kepada pelanggan. Selain itu, jelaskan juga tentang tawaran-tawaran abstrak. Apakah pelanggan akan mendapatkan garansi? Pada dasarnya, produk adalah keseluruhan dari apa yang anda tawarkan ke pelanggan.

Di bawah ini adalah beberapa cara bagaimana anda bisa mengkategorikan produk anda:
Ø  Bentuk – ukuran, rupa, struktur jasmani.
Ø  Ciri-ciri –  tambahkan aplikasi-aplikasi baru ke layanan/produk anda.
Ø  Kualitas pelaksanaan – level dari fungsi produk dan layanan anda.
Ø  Kemantapan kualitas – semua produk anda harus mempunyai kualitas yang sama.
Ø  Daya tahan – berapa lama produk dapat bertahan.
Ø  Keandalan – jangan biarkan produk anda gagal berfungsi.
Ø  Gaya – bagaimana pelanggan melihat dan merasakan produk.
Anda juga bisa membedakan produk anda dengan menawarkan layanan spesial. Beberapa contohnya:
·         Kemudahan pemesanan – bagaimana pelanggan dapat dengan mudah memesan.
·         Pengiriman – seberapa cepat produk dapat dikirim.
·         Melatih pelanggan – apakah perusahaan anda menawarkan untuk melatih pelanggan untuk menggunakan produk atau tidak.
·         Konsultasi pelanggan – apakah perusahaan akan menawarkan anjuran-anjuran atau tidak.
·         Pemeliharaan dan perbaikan – bagaimana perusahaan membantu pelanggan untuk menjaga agar barang tetap bekerja dengan baik.
Rancangan produk harus berdasarkan dari pengertian yang mendalam tentang apa yang pelanggan perlukan, inginkan, dan harga yang mereka hendaki, sesuai dengan hasil dari pengertian dan penelitian pasar.
“Tempat” adalah titik penjualan dan pendistribusian produk atau layanan. Tempat bisa berarti toko eceran, jaringan distribusi nasional, situs e-commerce, katalog, ato lainnya. Penting untuk diketahui bahwa ada banyak cara untuk mencapai pelanggan anda. Pastikan bahwa yang anda pilih adalah yang termudah bagi pelanggan. Jika pelanggan ingin membeli lewat internet, anda pun harus menjual dari internet
“Harga” adalah jumlah uang di mana pelanggan rela memberikan sebagai ganti dari produk. Penentuan harga sangat rumit. Bila anda menjual dengan harga terlalu rendah, anda akan meningkatkan penjualan tetapi dengan hasil kecil. Bila harga terlalu tinggi, pelanggan anda akan membeli dari saingan anda. Cara yang baik untuk menentukan harga adalah dengan melihat keadaan pasar sekitar: Anda dapat memberi harga tinggi bila produk diterima pelanggan sebagai barang baru, unik, dan tidak ada penggantinya. Tetapi anda harus menurunkan harga bila terdapat banyak saingan dan barang pengganti.
“Promosi” menjelaskan tentang aktivitas-aktivitas komunikasi yang digunakan untuk memastikan bahwa pelanggan tahu tentang tawaran perusahaan, mempunyai kesan baik terhadap produk, dan akhirnya melakukan transaksi. Promosi bisa berupa macam-macam bentuk seperti iklan TV, promosi, telemarketing, dan sebagainya.
Ada kemungkinan rencana pemasaran anda tidak berjalan sesusai dengan renaca awal. Contoh-contoh hal yang dapat terjadi:
1.      Pelanggan menggunakan produk untuk sesuatu yang berbeda
2.      Permintaan pasar lebih rendah dari yang diharapkan
3.      Saingan-saingan anda mendahului anda
4.      Biaya pemasaran lebih tinggi dari yang diharapkan
Untuk mengontrol rencana anda, pastikan untuk mengawasi kemajuan anda terus-menerus. Lebih tepatnya, pastikan untuk selalu periksa rencana, keuntungan, kedayagunaan, dan strategi.



















IDE BISNIS
            Wirausaha dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan dapat dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, clan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan.
           
Ketangguhan kewirausahaan sebagai penggerak perekonomian terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terus-menenis. Wirausaha dapat inenciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide-ide dan akhirnya menjadi pengendali usaha. Semua tantangan bisa menjadi peluang apabila terdapat inovasi
Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide menciptakan nilai potensial di pasar.
Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifkasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:
l  Mengurangi kemungkinan risiko melalui strategi yg proaktif
l  Menyebarkan resiko pada aspek yg paling mungkin
l  Mengelola risiko yg mendatangkan nilai atau manfaat
Ada 3 risiko yg dpt dievaluasi :
Ø  Risiko pasar / persaingan
Ø  Risiko finansial
Ø  Risiko teknik
            Risiko terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar, risiko finansial terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya. Risiko teknik terjadi akibat adanya kegagalan teknik.
           
            Ketidakpastian pasar terjadi akibat dari berbagai faktor spt : lingkungan ekonomi, teknologi, demografi dan sospol.
            Menurut Zimmerer (1996: 82), kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide untuk menghasilkan barang dan jasa baru. Ide bukanlah peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus-menerus.

            Banyak ide yang betul-betul asli, akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama. Pertanyaannya, bagaimana ide bisa menjadi peluang? Terdapat beberapa jawaban atas pertanyaan ini, di antaranya:
Ide dapat digerakkan scr internal mll perubahan cara-2/  metode yg lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.
  • Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
  • Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan yang dilakukan atau cara melakukan suatu pekerjaan.
Nilai suatu barang dapat diciptakan melalui inovasi.
Nilai dapat diciptakan dg cara mengubah tantangan menjadi peluang.
Peluang dpt diciptakan melalui ide-ide kreatif dan inovatif.
SUMBER-SUMBER POTENSIAL PELUANG Agar ide-ide potensial mjd peluang bisnis yg riil, mk wirausaha hrs bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang scr terus menerus. Proses penjaringan ide atau disebut proses screening mrpk suatu cara terbaik utk menuangkan ide potensial mjd produk & jasa riil.
1. Menciptakan Produk Baru & Berbeda      Wirausaha hrs benar-2 mengetahui perilaku konsumen di pasar. Dalam mengamati perilaku pasar paling sedikit ada dua unsur pasar yg perlu diperhatikan :
         Permintaan thd barang / jasa yg dihasilkan
         Waktu penyerahan & waktu permintaan brg/jasa
           
            Dg demikian, jelaslah bhw wirausaha yg sukses perlu menciptakan produk & jasa unggul yg memberikan nilai kepada konsumen.
  1. Secara  implisit, apabila wirausaha baru berfokus pd segmen pasar, maka scr spesifik peluang itu akan sangat tergantung pada peluang segmen pasar.
    Untuk memperoleh peluang sangat bergantung pada kemampuan wirausaha utk menganalisa pasar, meliputi aspek :
Ø  Kemampuan menganalisis demografi pasar
Ø  Kemampuan menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing
Ø  Kemampuan menganalisis keunggulan bersaing dan kevakuman pesaing yg dapat dijadikan sebagai peluang.
b.      Sumber peluang potensial dpt digali dgn cara :
Ø  Menciptakan produk baru yg berbeda
Ø  Mengamati pintu peluang
Ø  Menganalisis produk dan proses secara mendalam
Ø  Memperhitungkan risiko
2. Mengamati Pintu Peluang Utk mengetahui kelemahan & kekuatan yg dimiliki pesaing serta peluang, ada bbrp pertanyaan penting :

a. Pertanyaan utk mengetahui kekuatan & kelemahan pesaing dlm mengembangkan produk, meliputi :
  • Bgm kemampuan teknik yg dimiliki pesaing dlm mengembangkan produk jk dibandingkan kemampuan teknik yg kita miliki ?
  • Bgm catatan prestasi pesaing utk mencapai sukses dlm mengembangkan produknya ? b. Pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki, meliputi:
  • Sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan investasi dalam mengembangkan produk baru dan produk awal?
  • Keunggulan pasar apa yang dimiliki oleh pesaing?
  • c. Pertanyaan untuk menentukan apakah pintu peluang ada atau tidak, meliputi:
  • Sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar dapat mendahului pcsaing?
  • Apakah kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai pesaing?
  • Apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk menguasai serangan pesaing?
3. Analisis produk & proses produksi scr
    mendalam.
4. Menaksir biaya awal.
5. Memperhitungkan risiko yg mungkin
    terjadi.
            Risiko teknik berhubungan dengan proses pengembangan produk yang cocok dengan yang diharapkan atau menyangkut suatu objek penentu apakah ide secara aktual dapat ditransformasi menjadi produk yang siap dipasarkan dengan kapabilitas dan karakteristiknya. Risiko finansial adalah risiko yang timbul sebagai akibat ketidakcukupan finansial, baik dalam tahap pengembangan produk baru maupun dalam menciptakan dan mempertahankan perusahaan untuk mendukung biaya produk baru.
Analisis kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strength, weakness, opportunity, and threat=SWOT) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan-perusahaan baru.
Risiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk.
Risiko finansial adalah kegagalan yg timbul akibat ketidakcukupan dana.
Risiko pesaing adalah kemampuan & kesediaan pesaing utk mempertahankan posisinya di pasar.




TOKOH INSPIRATIF
Description: C:\Users\Roni\Downloads\PICTURES\Warren_Buffett_KU_Visit.jpg 

Lahir:                          30 Agustus 1930 (umur 83)
                                    Omaha, Nebraska, Amerika Serikat
Pekerjaan:                    Chairman & CEO, Berkshire Hathaway
                                    Gaji     US$100,000
Kekayaan bersih:         US$62 miliar (2008) [1]
Pasangan:                    Susan Buffett (1952–2004),
                                    Astrid Menks (2006-)[2]
Anak:                         Susie Buffett,
                                    Howard Graham Buffett,
                                    Peter Buffett

Warren Edward Buffett lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, pada tanggal 30 Agustus 1930. Kemampuannya menciptakan nilai tambah ini sudah kelihatan sejak kecil. Ketika berumur 11 tahun misalnya, ia hanyalah seorang loper koran.

Beliau memanfaatkan waktunya juga untuk keliling lapangan golf, mencari bola golf yang hilang, dan menjualnya dengan harga murah ke pemain golf di sekitar lapangan golf tersebut. Pada umur 14 tahun, saat Buffet masih duduk di bangku SMA, dia memulai bekerja sehingga memiliki uang sebesar $ 1,200 untuk membeli 40 ha tanah pertanian yang akhirnya dia sewakan pada petani lokal.

Dari sini ia sudah menciptakan passive income dari sewa lahan. Perusahaan yang dibelinya selalu diperbaiki sebaik mungkin, fundamental bisnisnya ditingkatkan sehingga kinerja keuanganya mengkilat. Perusahaan yang tadinya mau bangkrut, di tangannya bisa berubah menjadi perusahaan seksi yang menarik minat banyak investor lain. Tidak heran jika harga saham Berkshire Hathaway yang dipakai sebagai alat untuk membeli banyak perusahaan pun terus meroket di pasar modal. Harga saham Berkshire Hathaway medio Juli 2007 – Januari 2008 misalnya, melejit sebesar 35%. Bahkan Desember lalu, harga sahamnya menembus level tertinggi sepanjang masa, menjadi US$ 150.000 per lembar. Citra pemain saham biasanya tak jauh-jauh dari citra seorang spekulan: beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi.

Buffett bukanlah Gergo Soros, sang spekulan valas (forex) kelas kakap, yang sempat diisukan sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap merosotnya nilai rupiah terhadap US$ pada awal keruntuhan presiden Soeharto, tahun 1998. Buffet sadar, permainan jangka pendek tidak menguntungkan. Hal ini ia pelajari sejak umur 11 tahun saat ia membeli saham pertamanya, Cities Services, seharga $38,25 per lembar. Setelah itu, dia menjual kembali saham tersebut seharga $40. Ternyata, harga saham yang dijualnya naik terus dan beberapa tahun kemudian mencapai $200 per lembar.

Dari pelajaran itulah ia berkesimpulan untuk tidak terburu-buru untuk melepas sahamnya. Langkah bisnis Buffett akhirnya adalah tentang investasi jangka panjang, pada saham-saham perusahaan yang produknya ia kenal dengan baik. Itu sebabnya,ia tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom. Meski ia pernah ditertawakan investor lain karena keenganannya ini, kini ia justru tertawa paling akhir karena sebagian besar investasi di dotcom hangus. Ia selamat dari badai dotcom awal tahun 2.000-an karena sama sekali tidak ikut-ikutan investasi di sana.

Investasi jangka panjang juga bermakna bisnis. Buffett tidak pernah menerapkan prinsip beli saham, tapi membeli bisnis (buying a business not share). Meski saham Coca-Cola sempat ambruk pada 1998-1999, ia tetap bersandar pada tren jangka panjang. Ia pertahankan saham Coca-Cola hingga kini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar