TUGAS
KEWIRAUSAHAAN
MAKALAH
MARKETING DAN IDE BISNIS
DI
SUSUN OLEH :
RONI
WIJAYA 4125111011
CHANDRA
BUDIYANTO 4125111020
EDY
MUCHSIN SAPUTRO 4125111066
SUSWANTO 4125111056
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARATA
2014
KATA
PENGANTAR
Puji serta syukur marilah kita
panjatkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak nikmat
yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu banyak nikmat yang telah
didapatkan dari Allah SWT. Selain itu, penulis juga merasa sangat bersyukur
karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik iman maupun islam.
Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula
kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang merupakan tugas mata kuliah
Kewirausahhan. Penulis sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada dosen
pengampu mata kuliah Kewirausahaan Sigit Lestanto. dan semua pihak yang turut
membantu proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari dalam makalah ini
masih begitu banyak kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan baik dari
isinya maupun struktur penulisannya, oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran positif untuk perbaikan dikemudian hari.
Demikian semoga makalah ini
memberikan manfaat umumnya pada para pembaca dan khususnya bagi penulis
sendiri. Amin.
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG
Perusahaan
dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa
maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain
itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang
yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari
keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang
diinginkan oleh konsumen.
Dalam
mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah
satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut
penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan
konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan
tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan
bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan
produk yang ditawarkan akan sia-sia.
Pemasaran
merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada
saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan
untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi
pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau
tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang
dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal
ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Definisi Marketing
Pemasaran
adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan
nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa.
Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan
konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.
Banyak
ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan
sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini
disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan
meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran
merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang
berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai
macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan
manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses
pertukaran.
Definisi
pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs),
keinginan (wants), dan permintaan (demands).
B. Prinsip Marketing
Prinsip-prinsip
marketing sebagai berikut :
1. Cintai Customer dan hormati competitor Kita bisa meniru yang baik dari
competitor
2. sensitive terhadap perubahan + siap
mengubah diri glibalisasi dan teknologi membuat costumer semakin pintar. Jika kita
tidak berubah maka kita akan di ubah (kalah)
3. membangun dan menjaga nama baik dimarketing
ada istilahya ‘BRAND NAME IS EVERYTHING”
sering kali brand menjadi pertimbangan dalam memilih produk/jasa.
4. Customer itu berbeda Perlakukan sesuai
dengan kebutuhan
5. Selalu memberikan produk yang terbaik Dengan
harga pantas , jangan pernah menjual produk jelek dengan harga yang tingi
6. Selalu ada kabar gembira marketing adalah
good news
7. Dapatkan pelanggan , pelihara hubungan
dan berkembang bersama Pastikan customer selalu puas dari pelayanan yang kita
berikan KEEP THE CUSTOMERS
8. Apa pelayan kita Customer satisfaction
9. Apa pelayanan kita Kita sudah janji ,
maka tepati , kita harus bertanggung jawab dalam janji
10.
Gunakan informasi yang relavan Dunia terus
berubah , kita harus berubah dan terus belajar dan kita mendapatkan informasi
yang relavan agar kondisi saat ini , sehingga keputusan yang di ambil bisa
lebih cepat.
C. Marketing Plan
Tujuan
rencana pemasaran adalah untuk merencanakan kerja anda dan melaksanakannya.
Nasihat filosofi bisnis ini akan membantu anda untuk berhasil di berbagai
aktivitas – termasuk pemasaran.
Rencana
pemasaran adalah strategi bisnis untuk menjual dan memasarkan produk dan/atau
jasa. Dalam level mikro, rencana pemasaran akan mengubah produk menjadi sesuatu
yang akan mengisi celah pasar dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Rencana ini
juga akan merincikan harapan penjualan, saham pasar, dan sebagainya. Rencana
ini sangat rinci dan spesifik. Hal-hal yang termasuk di dalamnya adalah waktu
penjualan, aktivitas-aktivitas pengiklanan, pemberian harga, dan upaya-upaya
pendistribusian. Selain itu, rencana pemasaran juga menyatakan secara tepat apa
yang dapat dilakukan bisnis dalam peluncuran produk baru dan mendukung
produk-produk sebelumnya. Bagaimana rencara akan dilaksanakan dan apa hasilnya
juga tertulis dalam rencana pamasaran. Rencana ini adalah dokumen rahasia yang
biasanya terjilid. jadi Apa sajakah yang termasuk dalam rencana pemasaran.
1) Executive summary/ringkasan pelaksanaan.
Bagian ini menekankan tujuan-tujuan utama dan rekomendasi-rekomendasi rencana
pemasaran. Lalu, rencana ini juga harus menjelaskan tentang dana yang
diperlukan dan bagaimana kesuksesan bisnis akan diukur.
2) Analisa tentang keadaan terkini. Bagian
ini mengandung kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan persaingan bisnis.
3) Penaksiran terfokus pada kesempatan
bisnis. Yang termasuk di dalamnya adalah macam-macam golongan bisnis. Di sini,
harus dicantumkan juga, apa yang dibutuhkan oleh pelanggan dan
tantangan-tantangan bisnis yang perlu dihadapi.
4) Tujuan keuangan dan pemasaran. Yang
tercantum di bagian tujuan keuangan adalah pengharapan kenaikan keuntungan
anda. Juga, cantumkan pengharapan laba pada akhir masa perencanaan. Yang
termasuk di dalam tujuan pemasaran adalah jumlah unit penjualan atau saham
pasar yang akan anda dapatkan.
5) Ringkasan strategi pemasaran. Bagian ini
mengandung target pasar anda. Jelaskan bagaimana produk anda akan diposisikan,
didistribusikan, dan diberi harga. Juga jelaskan bagaimana anda bisa mencapai
tujuan marketing anda. Misalnya, dengan mengorganisasi bagian penjualan,
menggunakan potongan harga, mengadakan iklan kampanye nasional, dan sebagainya.
(Baca artikel 80 Small Business
Marketing Tactics di website kami)
6) Anggaran pemasaran bulanan. Yang termasuk
di sini, bagaimana anda membiayai rencana pemasaran anda tiap bulan. Beraga
harga pemasaran? Berapa pemasukan yang dihasilkan dari rencana pemasaran? Atau
berapa banyak barang yang bisa anda jual?
Menjalankan
rencana pemasaran dimulai dari menentukan siapa pelanggan anda. Setelah
mengetahui kepada siapa anda akan menjual barang anda, 4 macam alat pemasaran
bisa digunakan untuk mencapai tujuan. 4 alat itu adalah Product, Place, Price
and Promotion, atau Produk, Tempat, Harga, dan Promosi.
“Produk”
adalah apa yang perusahaan tawarkan kepada pelanggan. Ini adalah fokus dari
pemasaran. Jelaskan secara rinci tentang apa yang perusahaan sediakan kepada
pelanggan. Selain itu, jelaskan juga tentang tawaran-tawaran abstrak. Apakah
pelanggan akan mendapatkan garansi? Pada dasarnya, produk adalah keseluruhan
dari apa yang anda tawarkan ke pelanggan.
Di
bawah ini adalah beberapa cara bagaimana anda bisa mengkategorikan produk anda:
Ø Bentuk
– ukuran, rupa, struktur jasmani.
Ø Ciri-ciri
– tambahkan aplikasi-aplikasi baru ke
layanan/produk anda.
Ø Kualitas
pelaksanaan – level dari fungsi produk dan layanan anda.
Ø Kemantapan
kualitas – semua produk anda harus mempunyai kualitas yang sama.
Ø Daya
tahan – berapa lama produk dapat bertahan.
Ø Keandalan
– jangan biarkan produk anda gagal berfungsi.
Ø Gaya
– bagaimana pelanggan melihat dan merasakan produk.
Anda
juga bisa membedakan produk anda dengan menawarkan layanan spesial. Beberapa
contohnya:
·
Kemudahan pemesanan – bagaimana
pelanggan dapat dengan mudah memesan.
·
Pengiriman – seberapa cepat produk dapat
dikirim.
·
Melatih pelanggan – apakah perusahaan
anda menawarkan untuk melatih pelanggan untuk menggunakan produk atau tidak.
·
Konsultasi pelanggan – apakah perusahaan
akan menawarkan anjuran-anjuran atau tidak.
·
Pemeliharaan dan perbaikan – bagaimana
perusahaan membantu pelanggan untuk menjaga agar barang tetap bekerja dengan
baik.
Rancangan
produk harus berdasarkan dari pengertian yang mendalam tentang apa yang
pelanggan perlukan, inginkan, dan harga yang mereka hendaki, sesuai dengan
hasil dari pengertian dan penelitian pasar.
“Tempat”
adalah titik penjualan dan pendistribusian produk atau layanan. Tempat bisa
berarti toko eceran, jaringan distribusi nasional, situs e-commerce, katalog,
ato lainnya. Penting untuk diketahui bahwa ada banyak cara untuk mencapai
pelanggan anda. Pastikan bahwa yang anda pilih adalah yang termudah bagi
pelanggan. Jika pelanggan ingin membeli lewat internet, anda pun harus menjual
dari internet
“Harga”
adalah jumlah uang di mana pelanggan rela memberikan sebagai ganti dari produk.
Penentuan harga sangat rumit. Bila anda menjual dengan harga terlalu rendah,
anda akan meningkatkan penjualan tetapi dengan hasil kecil. Bila harga terlalu
tinggi, pelanggan anda akan membeli dari saingan anda. Cara yang baik untuk
menentukan harga adalah dengan melihat keadaan pasar sekitar: Anda dapat
memberi harga tinggi bila produk diterima pelanggan sebagai barang baru, unik,
dan tidak ada penggantinya. Tetapi anda harus menurunkan harga bila terdapat
banyak saingan dan barang pengganti.
“Promosi”
menjelaskan tentang aktivitas-aktivitas komunikasi yang digunakan untuk
memastikan bahwa pelanggan tahu tentang tawaran perusahaan, mempunyai kesan
baik terhadap produk, dan akhirnya melakukan transaksi. Promosi bisa berupa
macam-macam bentuk seperti iklan TV, promosi, telemarketing, dan sebagainya.
Ada
kemungkinan rencana pemasaran anda tidak berjalan sesusai dengan renaca awal.
Contoh-contoh hal yang dapat terjadi:
1. Pelanggan menggunakan produk untuk
sesuatu yang berbeda
2. Permintaan pasar lebih rendah dari yang
diharapkan
3. Saingan-saingan anda mendahului anda
4. Biaya pemasaran lebih tinggi dari yang
diharapkan
Untuk
mengontrol rencana anda, pastikan untuk mengawasi kemajuan anda terus-menerus.
Lebih tepatnya, pastikan untuk selalu periksa rencana, keuntungan,
kedayagunaan, dan strategi.
IDE BISNIS
Wirausaha
dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan dapat
dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, clan jasa-jasa inovasi
sebagai alat untuk menggali perubahan.
Ketangguhan kewirausahaan sebagai penggerak perekonomian
terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terus-menenis.
Wirausaha dapat inenciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi
peluang melalui ide-ide dan akhirnya menjadi pengendali usaha. Semua tantangan
bisa menjadi peluang apabila terdapat inovasi
Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha
dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide menciptakan nilai potensial di pasar.
Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifkasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:
Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifkasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:
l Mengurangi kemungkinan risiko melalui strategi yg
proaktif
l Menyebarkan resiko pada aspek yg paling mungkin
l Mengelola risiko yg mendatangkan nilai atau manfaat
Ada 3 risiko yg dpt dievaluasi :
Ø Risiko pasar / persaingan
Ø Risiko finansial
Ø Risiko teknik
Risiko
terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar, risiko finansial terjadi akibat
rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya. Risiko teknik terjadi akibat
adanya kegagalan teknik.
Ketidakpastian
pasar terjadi akibat dari berbagai faktor spt : lingkungan ekonomi, teknologi,
demografi dan sospol.
Menurut Zimmerer (1996: 82), kreativitas sering kali
muncul dalam bentuk ide untuk menghasilkan barang dan jasa baru. Ide bukanlah
peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan
pengamatan secara terus-menerus.
Banyak ide yang betul-betul asli, akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama. Pertanyaannya, bagaimana ide bisa menjadi peluang? Terdapat beberapa jawaban atas pertanyaan ini, di antaranya: Ide dapat digerakkan scr internal mll perubahan cara-2/ metode yg lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.
Banyak ide yang betul-betul asli, akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama. Pertanyaannya, bagaimana ide bisa menjadi peluang? Terdapat beberapa jawaban atas pertanyaan ini, di antaranya: Ide dapat digerakkan scr internal mll perubahan cara-2/ metode yg lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.
- Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
- Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan yang dilakukan atau cara melakukan suatu pekerjaan.
Nilai suatu barang dapat diciptakan melalui inovasi.
Nilai dapat diciptakan dg cara mengubah tantangan
menjadi peluang.
Peluang dpt diciptakan melalui ide-ide kreatif dan
inovatif.
SUMBER-SUMBER POTENSIAL
PELUANG Agar ide-ide potensial mjd
peluang bisnis yg riil, mk wirausaha hrs bersedia melakukan evaluasi terhadap
peluang scr terus menerus. Proses penjaringan ide atau disebut proses screening
mrpk suatu cara terbaik utk menuangkan ide potensial mjd produk & jasa
riil.
1. Menciptakan Produk Baru & Berbeda Wirausaha
hrs benar-2 mengetahui perilaku konsumen di pasar. Dalam mengamati perilaku
pasar paling sedikit ada dua unsur pasar yg perlu diperhatikan :
•
Permintaan
thd barang / jasa yg dihasilkan
•
Waktu
penyerahan & waktu permintaan brg/jasa
Dg
demikian, jelaslah bhw wirausaha yg sukses perlu menciptakan produk & jasa
unggul yg memberikan nilai kepada konsumen.
- Secara implisit, apabila wirausaha
baru berfokus pd segmen pasar, maka scr spesifik peluang itu akan sangat
tergantung pada peluang segmen pasar.
Untuk memperoleh peluang sangat bergantung pada kemampuan wirausaha utk menganalisa pasar, meliputi aspek :
Ø Kemampuan menganalisis demografi pasar
Ø Kemampuan menganalisis sifat serta tingkah laku
pesaing
Ø Kemampuan menganalisis keunggulan bersaing dan kevakuman
pesaing yg dapat dijadikan sebagai peluang.
b. Sumber peluang potensial dpt digali dgn cara :
Ø Menciptakan produk baru yg berbeda
Ø Mengamati pintu peluang
Ø Menganalisis produk dan proses secara mendalam
Ø Memperhitungkan risiko
2. Mengamati Pintu Peluang Utk mengetahui kelemahan & kekuatan yg
dimiliki pesaing serta peluang, ada bbrp pertanyaan penting :
a. Pertanyaan utk mengetahui
kekuatan & kelemahan pesaing dlm mengembangkan produk, meliputi :
- Bgm kemampuan teknik yg dimiliki pesaing dlm mengembangkan produk jk dibandingkan kemampuan teknik yg kita miliki ?
- Bgm catatan prestasi pesaing utk mencapai sukses dlm mengembangkan produknya ? b. Pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki, meliputi:
- Sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan investasi dalam mengembangkan produk baru dan produk awal?
- Keunggulan pasar apa yang dimiliki oleh pesaing?
- c. Pertanyaan untuk menentukan apakah pintu peluang ada atau tidak, meliputi:
- Sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar dapat mendahului pcsaing?
- Apakah kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai pesaing?
- Apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk menguasai serangan pesaing?
3.
Analisis produk & proses produksi scr
mendalam.
4.
Menaksir biaya awal.
5.
Memperhitungkan risiko yg mungkin
terjadi.
Risiko teknik berhubungan dengan proses pengembangan
produk yang cocok dengan yang diharapkan atau menyangkut suatu objek penentu
apakah ide secara aktual dapat ditransformasi menjadi produk yang siap
dipasarkan dengan kapabilitas dan karakteristiknya. Risiko finansial adalah
risiko yang timbul sebagai akibat ketidakcukupan finansial, baik dalam tahap
pengembangan produk baru maupun dalam menciptakan dan mempertahankan perusahaan
untuk mendukung biaya produk baru.
Analisis kelemahan,
kekuatan, peluang, dan ancaman (strength, weakness, opportunity, and
threat=SWOT) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan-perusahaan baru.
Risiko teknik adalah
kegagalan dalam proses pengembangan produk.
Risiko finansial adalah
kegagalan yg timbul akibat ketidakcukupan dana.
Risiko pesaing adalah
kemampuan & kesediaan pesaing utk mempertahankan posisinya di pasar.
TOKOH INSPIRATIF
Lahir: 30 Agustus 1930 (umur 83)
Omaha, Nebraska, Amerika Serikat
Pekerjaan: Chairman
& CEO, Berkshire Hathaway
Gaji US$100,000
Kekayaan bersih: US$62 miliar (2008) [1]
Pasangan: Susan Buffett (1952–2004),
Astrid
Menks (2006-)[2]
Anak: Susie Buffett,
Howard
Graham Buffett,
Peter
Buffett
Warren Edward Buffett
lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, pada tanggal 30 Agustus 1930.
Kemampuannya menciptakan nilai tambah ini sudah kelihatan sejak kecil. Ketika
berumur 11 tahun misalnya, ia hanyalah seorang loper koran.
Beliau memanfaatkan
waktunya juga untuk keliling lapangan golf, mencari bola golf yang hilang, dan
menjualnya dengan harga murah ke pemain golf di sekitar lapangan golf tersebut.
Pada umur 14 tahun, saat Buffet masih duduk di bangku SMA, dia memulai bekerja
sehingga memiliki uang sebesar $ 1,200 untuk membeli 40 ha tanah pertanian yang
akhirnya dia sewakan pada petani lokal.
Dari sini ia sudah
menciptakan passive income dari sewa lahan. Perusahaan yang dibelinya selalu
diperbaiki sebaik mungkin, fundamental bisnisnya ditingkatkan sehingga kinerja
keuanganya mengkilat. Perusahaan yang tadinya mau bangkrut, di tangannya bisa
berubah menjadi perusahaan seksi yang menarik minat banyak investor lain.
Tidak
heran jika harga saham Berkshire Hathaway yang dipakai sebagai alat untuk
membeli banyak perusahaan pun terus meroket di pasar modal. Harga saham
Berkshire Hathaway medio Juli 2007 – Januari 2008 misalnya, melejit sebesar
35%. Bahkan Desember lalu, harga sahamnya menembus level tertinggi sepanjang
masa, menjadi US$ 150.000 per lembar. Citra pemain saham biasanya tak jauh-jauh
dari citra seorang spekulan: beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi.
Buffett bukanlah Gergo
Soros, sang spekulan valas (forex) kelas kakap, yang sempat diisukan sebagai
orang yang bertanggungjawab terhadap merosotnya nilai rupiah terhadap US$ pada
awal keruntuhan presiden Soeharto, tahun 1998. Buffet sadar, permainan jangka
pendek tidak menguntungkan. Hal ini ia pelajari sejak umur 11 tahun saat ia
membeli saham pertamanya, Cities Services, seharga $38,25 per lembar. Setelah
itu, dia menjual kembali saham tersebut seharga $40. Ternyata, harga saham yang
dijualnya naik terus dan beberapa tahun kemudian mencapai $200 per lembar.
Dari pelajaran itulah
ia berkesimpulan untuk tidak terburu-buru untuk melepas sahamnya. Langkah
bisnis Buffett akhirnya adalah tentang investasi jangka panjang, pada
saham-saham perusahaan yang produknya ia kenal dengan baik. Itu sebabnya,ia
tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom. Meski ia
pernah ditertawakan investor lain karena keenganannya ini, kini ia justru
tertawa paling akhir karena sebagian besar investasi di dotcom hangus. Ia
selamat dari badai dotcom awal tahun 2.000-an karena sama sekali tidak
ikut-ikutan investasi di sana.
Investasi jangka
panjang juga bermakna bisnis. Buffett tidak pernah menerapkan prinsip beli
saham, tapi membeli bisnis (buying a business not share). Meski saham Coca-Cola
sempat ambruk pada 1998-1999, ia tetap bersandar pada tren jangka panjang. Ia
pertahankan saham Coca-Cola hingga kini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar